Bentuk Molekul & Interaksi Antarmolekul
Media Pembelajaran Interaktif Kimia Kelas X (Fase E)
Identitas Penjelajah
Masukkan data dirimu sebelum memulai misi
Selamat Datang, Siswa!
Kelas: X | Misi Pembelajaran Kimia
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran menggunakan modul interaktif ini, peserta didik (Fase E) diharapkan mampu:
-
1
Menerapkan Teori Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi (VSEPR) untuk memprediksi bentuk geometri suatu molekul.
-
2
Menentukan bentuk molekul berdasarkan jumlah Pasangan Elektron Ikatan (PEI) dan Pasangan Elektron Bebas (PEB) pada atom pusat.
-
3
Menganalisis jenis interaksi antarmolekul (Gaya Van der Waals, Ikatan Hidrogen, Gaya London) yang terjadi antar partikel.
-
4
Menghubungkan interaksi antarmolekul dengan sifat fisika zat, seperti titik didih dan kelarutan.
Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion)
Teori VSEPR menyatakan bahwa pasangan elektron dalam ikatan kimia atau pasangan elektron bebas saling tolak-menolak. Molekul akan mengadopsi bentuk geometri yang meminimalkan tolakan ini sehingga sistem menjadi stabil.
Domain Elektron:
- PEI (Pasangan Elektron Ikatan): Pasangan elektron yang digunakan bersama oleh dua atom yang berikatan. (Dilambangkan 'X')
- PEB (Pasangan Elektron Bebas): Pasangan elektron pada kulit valensi atom pusat yang tidak digunakan untuk berikatan. (Dilambangkan 'E')
- Kekuatan tolakan: PEB - PEB > PEB - PEI > PEI - PEI
Rumus Umum: AXmEn
A = Atom Pusat, X = PEI (jumlah m), E = PEB (jumlah n).
Bentuk Molekul Dasar
Linear (AX₂)
Sudut 180°. Contoh: CO₂, BeCl₂
Segitiga Planar (AX₃)
Sudut 120°. Contoh: BF₃
Tetrahedral (AX₄)
Sudut 109.5°. Contoh: CH₄
Bentuk V / Bengkok (AX₂E₂)
Ada 2 PEB. Sudut <109.5°. Contoh: H₂O
Gunakan menu Lab Virtual untuk memvisualisasikan bentuk lainnya secara interaktif.
Interaksi Antarmolekul
Gaya tarik-menarik antar molekul yang mempengaruhi sifat fisik zat (titik didih, wujud zat).
1. Gaya London (Dispersi)
Gaya tarik lemah akibat dipol sesaat. Terjadi pada semua molekul, terutama molekul non-polar (contoh: CH₄, N₂). Semakin besar massa molekul (Mr), gaya London semakin kuat.
2. Gaya Dipol-Dipol
Terjadi pada molekul polar (memiliki momen dipol > 0). Kutub positif molekul satu menarik kutub negatif molekul lain (contoh: HCl, H₂S).
3. Ikatan Hidrogen
Gaya antarmolekul yang sangat kuat. Terjadi bila atom H berikatan langsung dengan atom yang sangat elektronegatif: F, O, atau N. Contoh: H₂O, HF, NH₃. Menyebabkan air memiliki titik didih anomali (sangat tinggi untuk ukuran molekulnya).
Panel Kontrol
Atur jumlah PEI dan PEB untuk melihat perubahan geometri molekul.
Cocokkan Molekul
Tarik rumus molekul ke kotak bentuk geometri yang tepat.
Evaluasi Sumatif
Kuis terdiri dari 5 soal pilihan ganda. Jawab dengan teliti!
Pertanyaan muncul di sini...
Kuis Selesai!
Nilai Akhir Kuis Anda:
Rapor Evaluasi Digital
Materi: Bentuk Molekul & Interaksi Antarmolekul (Fase E)
Nama Lengkap:
-
Kelas/Jurusan:
-
Tanggal Akses:
-
Rekapitulasi Nilai
| Skor Game Edukasi (Drag & Drop) | 0 |
| Skor Evaluasi Sumatif (Kuis) | 0 |
| NILAI RATA-RATA | 0 |
Mengetahui,
Guru Mata Pelajaran Kimia
Tri Goesema Putra S, M.Pd.
NIP. -